pkm

Tumbuhkan Kesadaran Administrasi melalui Program Gametrasi

Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran adalah salah satu bagian dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Desa tersebut mempunyai potensi pemuda-pemudi yang bersatu dalam organisasi karang taruna yang setiap dusunnya berdiri sendiri. Akan tetapi kegiatan administrasi korespondensi dan manajemen kearsipan pada setiap organisasi belum berjalan dengan baik. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan anggota organisasi mengenai pembuatan surat dan penyimpanan dokumen secara baik dan benar. Hambatan tersebut tentu menimbulkan masalah dalam menjalankan roda administrasi. Inilah yang mendorong mahasiswa FE UNY yaitu Khurotul Ayun, Ria Anggraini, dan Yulia Dewi Nuprita dari prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran serta Maria Tri Cahyani dari prodi Pendidikan Akuntansi menggagas Gerakan Melek Administrasi (Gametrasi). Gametrasi merupakan program pelatihan surat menyurat dan kearsipan yang diperuntukkan bagi anggota organisasi karang taruna. Program Gametrasi berada di bawah bimbingan dosen Dr. Sutirman, M.Pd. Peserta Program Gametrasi terdiri dari perwakilan anggota karang taruna tiap dusun yang terdiri dari empat dusun, yaitu: Dusun Watu Kodok, Dusun Gembolan, Dusun Keblukan dan Dusun Ngajaran.

PELATIHAN E-GOVERNMENT UNTUK APARAT DESA

Revolusi industri 4.0 telah merambah disetiap lini bidang salah satunya pelayanan publik. Pada umumnya yang menjadi sorotan adalah pelayanan publik di kelurahan dengan kinerja pemerintah desa yang kurang produktif dan efisien sehingga waktu yang digunakan untuk mengatasi suatu permasalahan tergolong lambat. Padahal segala sesuatu bisa lebih dipermudah dengan menggunakan teknologi.  Melihat peluang tersebut pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berupaya meluncurkan program e-government secara masif, terstruktur, dan sistematis ini tentunya dengan membawa harapan supaya kinerja birokrasi pemerintahan semakin baik.

Mahasiswa UNY Kembangkan Aplikasi Mesin Kasir Pembuat Laporan Keuangan Otomatis

Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan komponen terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Pada tahun 2017, Indonesia memiliki jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 59.6 juta unit (Depkop, 2017). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh Tim PKM Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) Fajar Indra Prasetyo (Pendidikan Ekonomi), Apfi Anna Krismonita (Pendidikan Ekonomi), dan Brian Dwi Murdianto (Pendidikan Teknik Informatika), hal utama yang membuat UMKM sulit berkembang adalah minimnya modal dan tidak adanya laporan keuangangan. Hal ini selaras dengan pernyataan yang dilansir dari Tribunnews, bahwasanya Laporan Keuangan UMKM saat ini tidak beraturan bahkan tidak pernah dibuat. Padahal, berdasarkan hasil penelitian dari Teti dan Oktaviani (2017) menyatakan bahwa laporan keuangan adalah salah satu faktor penting yang dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.

Mahasiswa UNY Kreasikan Tas Inovasi Batik dan Goni

Tas merupakan salah satu alat untuk menyimpan beberapa barang yang bisa dipindah-pindah bahkan bisa dibawa ke mana saja sesuai kebutuhan dan keinginan pemakai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tas merupakan kemasan atau wadah berbentuk persegi, dsb., biasanya bertali, dipakai untuk menaruh, menyimpan atau membawa sesuatu. Jika dilihat dari segi fashion, tas dapat digunakan untuk menambah keindahan penampilan dari pemakai. Tas memiliki banyak kegunaan yang dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung oleh pemakainya.

Pantibo, Menstruasi Bebas Aktif

Penduduk Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 mencapai 266,9 juta jiwa. Dari jumlah tersebut 50,1% atau 133,8 juta jiwa adalah perempuan dan sebanyak 69,4 juta tergolong usia produktif. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak dari wanita tersebut berstatus sebagai pelajar, wanita karir, ibu rumah tangga dan mahasiswa yang masih mengalami menstruasi.

OBATI CEDERA DENGAN KRIM GEL ALOE VERA DAN DAUN MINT

Dalam beraktifitas sehari-hari seringkali kita mengalami luka cedera seperti memar, keseleo, nyeri sendi atau pegal-pegal. Pengobatannya bisa dengan pemijatan atau menggunakan obat-obatan krim yang dijual di pasaran. Namun kebanyakan krim yang dijual di pasaran merupakan obat kimia yang kadang menimbulkan efek samping seperti dermatitis, vertigo, timbulnya eritema, timbul ruam, dan sebagainya. Banyak konsumen yang alergi dan mengeluhkan dengan kandungan kimia obat tersebut. Mahasiswa UNY melihat peluang bisnis dalam segmen ini dengan meracik krim gel herbal dengan bahan yang ada di sekitar.

TURUNKAN PANAS DEMAM ANAK DENGAN KOMPRES GEL DAUN KUPU-KUPU

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang terkenal dengan keanekaragaman tanamannya yang dapat digunakan sebagai obat. Salah satunya adalah daun kupu-kupu (Bauhinia variegata). Daun kupu-kupu ini masih belum banyak dimanfaatkan, hanya tumbuh sebagai tanaman liar yang sangat mudah ditemukan karena dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Inilah yang menjadi perhatian mahasiswa UNY yaitu Shilvi Woro Satiti dan Anissa Fitria dari prodi Kimia Fakultas MIPA serta Fahayu Priristia prodi Akuntansi dan Anindya Muliawati prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi. Mereka menggagas obat penurun panas demam dari daun kupu-kupu dalam bentuk gel.

MAHASISWA FE UNY KREASIKAN KRIM JERAWAT DARI BUAH TALOK

Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) merupakan buah yang tidak asing bagi masyarakat. Buah yang disebut juga ceri jawa ini cukup melimpah dan belum termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat hanya dibiarkan berjatuhan ditanah. Padahal kandungan yang terdapat dalam buah ini cukup lengkap seperti vitamin C, kalsium, tianin, ribofalin, niacin dan karoten. Dibalik ukurannya yang kecil, ternyata talok memiliki manfaat untuk kecantikan yang kadang terabaikan. Buah ini mengandung anti oksidan dan vitamin C yang berguna untuk mencegah tanda-tanda penuaan dini. Talok juga dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat dengan kandungan antioksidannya yang mampu membunuh bakteri-bakteri yang menyebabkan jerawat dan dapat mengangkat sel kulit mati. Selain itu talok juga dapat menghaluskan kulit wajah. Dari fakta inilah sekelompok mahasiswa UNY mengolah buah talok menjadi masker jerawat dan mengangkat kulit mati. Mereka adalah Ani Asa Palupi, Refiana Dewi dan Rifqi Fadloli prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi serta Arshi Alfianti prodi Pendidikan Fisika Fakultas MIPA.

Pelatihan PKM: Pentingnya Mencermati Administrasi

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) adalah ajang akademik tahunan tertinggi bagi mahasiswa di Indonesia. Melalui PIMNAS, berbagai perguruan tinggi berlomba untuk merebut medali di berbagai bidang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang tersedia. PIMNAS terdiri dari 5 bidang PKM yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah (PKM-I). Diikuti oleh lebih dari 200 mahasiwa, FE UNY menyelenggarakan Pelatihan PKM 5 Bidang guna menyiapkan diri menyambut PIMNAS di tahun mendatang, Rabu (20/9) kemarin. Bertindak selaku pemateri adalah Muhammad Izzuddin Mahali, M.Cs. dari Fakultas Teknik UNY.

PKM Harus Ditujukan untuk Kesejahteraan Rakyat

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menjadi kompetisi nasional yang kerap menjadi ajang adu gengsi antar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Tingkat kemajuan pendidikan PT diukur dari seberapa sukses pencapaian mereka dalam PKM. Oleh karena itu, setiap PT berlomba-lomba menyiapkan yang terbaik saat PKM menjelang. Tak terkecuali Fakultas Ekonomi (FE) UNY yang Rabu (30/8) lalu menyelenggarakan Pelatihan PKM 5 Bidang di kampus setempat. Menghadirkan dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY yang tak jarang menjadi juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Sukinah, M.Pd., dan Endra Murti Sagoro, M.Sc., dosen FE UNY yang pernah mengantar UNY meraih emas di ajang PIMNAS 2015 lalu.

Pages