kejuaraan

UNY Raih Dua Prestasi Sekaligus di IEPA 2019

Mahasiswa prodi S1 Manajemen Ogi Prayoga meraih 2 prestasi di ajang Indonesian Essay Presentation Award 2019, 23-25 Maret 2019 di Makassar. Kompetisi ini diadakan oleh BINE, sebuah LSM kepemudaan di Makassar dengan mengangkat tema "Inovasiku untuk Satu Abad Indonesia". Ajang ini diadakan sebagai media bagi pemuda untuk membangun Indonesia melalui maneuver inovatif dan inspiratif dalam mendukung pembangungan berkelanjutan di Indonesia.

Pengurus di Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat Fakultas (UKMF) Kelompok Riset dan Penalaran (KRISTAL) ini meraih "3rd Winner" dan "The Most Applicative Category" berkat karya tulisnya.

Dalam ajang yang diikuti 45 delegasi ini Ogi mengangkat gagasan pembentukan komunitas berbasis masyarakat dan pemerintah untuk melindungi sumber daya laut di wilayah sublitoral melalui Hard Rehabilitation dan Soft Rehabilitation. Pembentukan komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan dan menjaga sumber daya laut di Indonesia dalam rangka meningkatkan ekonomi maritim Indonesia serta mengendalikan global warming. Laut merupakan penyerap karbon terbesar, sehingga kelestarian laut tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga lingkungan. (fadhli)

SSD Solusi Modal Minim BUMDes

Diketuai oleh Ulfatul Azizah (program studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2016), dan beranggotakan Luthfi Nurlaily (Pendidikan Akuntansi 2014) dan Novi Syaifatun Kamala (Akuntansi 2016), Fakultas Ekonomi (FE) UNY berhasil mendapatkan Juara 2 dalam Lomba Call for Paper One Decade Akuntansi yang diadakan oleh HMJ Akuntansi Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, 8-10 Desember 2018 lalu. Kejuaraan ini diikuti oleh 8 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Hasanudin, Universitas Airlangga, dan UPN Veteran Jakarta.

Ulfa dkk. Membawakan karya berjudul SSD: Inovasi Aplikasi Saham BUMDes Berbasis Syariah sebagai Solusi Permodalan BUMDes di Indonesia. SSD, kependekan dari Saham Syariah Desa, mereka tawarkan untuk membantu memecahkan masalah minimnya modal yang dimiliki BUMDes. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia mencapai 35 ribu.

Masalahnya, sampai sekarang, sebagian BUMDes masih sebatas berdiri dan belum memiliki kegiatan usaha yang menghasilkan, apalagi menguntungkan. Dengan SSD, BUMDes diharapkan akan mampu mendapatkan keuntungan yang maksimal sehingga memberikan peningkatan pendapatan desa. (fadhli)

Pages