Yudisium FE UNY Periode Juli 2017: Profil Cahya dan Ayod

Sejumlah 142 orang yang terdiri dari 43 orang S1 Kependidikan, 55 orang S1 Non Kependidikan, dan 44 orang Program D3 dinyatakan lulus dalam upacara Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY periode Juli 2017, Senin (31/7) lalu. Upacara yudisium diikuti seluruh peserta dan dihadiri jajaran dekanat, ketua jurusan dan program studi (prodi), serta kepala bagian dan sub bagian di lingkungan FE UNY. Para peserta mendapatkan Surat Keputusan Dekan yang menetapkan bahwa mereka sudah berhak mendapatkan gelar akademik baik Sarjana Ekonomi, Sarjana Pendidikan, maupun Ahli Madya.

Dalam laporannya, Wakil Dekan I Bidang Akademik Prof. Sukirno, Ph.D. menyatakan bahwa sebanyak 71 peserta atau hampir 50 % meraih predikat Dengan Pujian. “Peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada periode ini adalah saudari Cahyani Arumdani dari prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran S1 dengan IPK 3,85,” ungkapnya.

Ditemui seusai upacara, Cahya, demikian dia biasa disapa, menceritakan tipsnya agar bisa lulus dengan baik. “Tugas jangan ditunda, dan rajin-rajin menemui dosen,” kata gadis kelahiran Kulonprogo, 28 Juli 1995 ini.

Semasa aktif kuliah, Cahya aktif menjadi anggota Komisi IV di Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FE UNY. Selain itu, pada 2014 sempat menjadi staf Himpunan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi (Hima Diksi). Sebelum aktif di bidang keorganisasian, pemilik tinggi badan 165 cm ini merupakan atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kulonprogo cabang Basket di tahun 2013.

Satu lagi lulusan berpredikat Cum Laude yang juga merupakan pegiat mahasiswa adalah Ayodya Dwi Permadi dari Prodi Manajemen S1. Memperoleh IPK 3,67, lulusan SMA N 1 Sewon Bantul ini merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen di tahun 2015. Selain itu, sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia, pria yang kerap disapa Ayod oleh teman-temannya ini dipercaya menjadi Bendahara GenBI (Generasi Baru Bank Indonesia) Yogyakarta.

Selain sama-sama aktif di kegiatan kemahasiswaan, Cahya maupun Ayod juga tak sungkan menjajal berwirausaha. Sejak kelas 2 SMA, Cahya berbisnis coklat. Kini dibantu dengan media sosial Instagram, Cahya mencoba memasarkan dengan menggunakan nama @philokiochoco. Tak hanya coklat, Cahya juga mencoba menawarkan produk backdrop paper flower, mini dekorasi yang menjadi pemanis ruangan di kala momen-momen istimewa seperti wisuda, ulang tahun, atau lainnya. Bisnis yang baru dirintisnya sejak Juni lalu ini bisa dilihat melalui akun @kiodis_paperflower.

Sedikit berbeda dengan Cahya, Ayod memilih bekerjasama dengan rekannya di bidang kuliner. “Kami sempat berbisnis kedai susu. Tapi kemarin sempat vakum. Semoga bisa lanjut lagi,” harap lajang yang juga berprofesi sebagai tukang ojek online ini. Ke depan, Cahya dan Ayod berharap bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya ingin melanjutkan S2 dan menjadi dosen,” kata Cahya. “Kalau saya, ingin menjadi Manajer Rumah Sakit,” tukas Ayod. (fadhli)