yudisium

Duapuluh Sembilan Orang Ikuti Yudisium FE UNY Kedua Februari 2021

Upacara Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY Periode II Bulan Februari 2021 melepas 29 mahasiswanya, Senin (1/3). Yudisium pada periode ini diikuti oleh seluruh peserta dari jenjang Magister, Sarjana, dan Diploma secara daring dan dihadiri oleh jajaran dekanat, ketua jurusan dan koordinator program studi (prodi) serta koordinator tata usaha di fakultas secara luring.

Pada periode kali ini, Ajeng Maydiyanti dari prodi S1 Manajemen ditunjuk sebagai pembaca Prasetya Alumni karena menjadi peraih IPK tertinggi, yaitu 3,87. Sedangkan lulusan terbaik dan satu-satunya dari S2 Pendidikan Ekonomi adalah Didimus Febi Erwin Talan dengan IPK 3,51. Pada jenjang Diploma, Yuni Farah Nur Mutmainah dari D3 Akuntansi menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,77.

Dekan Dr. Siswanto, M.Pd. berpesan agar para alumni menjaga kualitas kinerja mereka di dunia kerja nantinya. “Anda sekarang sudah resmi menjadi anggota Ikatan Keluarga Alumni FE UNY. Berhati-hatilah dalam bertindak, karena nama besar UNY ada di pundak Anda,” terangnya.

 

Maria IPK Tertinggi Yudisium Awal Tahun 2021

Fakultas Ekonomi (FE) UNY meluluskan 39 mahasiswanya dalam upacara Yudisium Periode Januari 2021, Jumat (29/1) lalu. Bertempat di Ruang Sidang Dekanat, acara dipimpin langsung oleh Dekan, serta dihadiri jajaran dekanat dan koordinator di lingkungan fakultas. Selain itu, ketua jurusan (kajur) dan koordinator program studi (korprodi) juga turut hadir secara online bersama para peserta yudisium. Yudisium menjadi penanda mahasiswa lulus secara akademik dan berhak menyandang gelar akademiknya.

Dalam arahannya, Dekan Dr. Siswanto menekankan bahwa yudisium bukan berarti proses belajar telah selesai. “Di zaman yang penuh ketidakpastian seperti sekarang ini, penting untuk memiliki kemauan belajar berbagai hal baru. Selain itu, bekali diri juga dengan keterampilan 4 C, yaitu Collaboration, Communication, Critical Thinking, dan Creativity,” pesan Siswanto.

Pada yudisium periode ini, Maria Tri Cahyani dari program studi (prodi) S1 Pendidikan Akuntansi menjadi lulusan terbaik dengan raihan IPK sebesar 3,86. Sedangkan lulusan terbaik prodi S2 Pendidikan Ekonomi yaitu Riska Widianingrum dengan raihan 3,83. Pada program Diploma, Okky Pradana dari  D3 Administrasi Perkantoran menjadi yang terbaik dengan raihan 3,77. (fd)

Yudisium FE UNY Periode November 2020

Fakultas Ekonomi (FE) UNY meluluskan 74 orang dalam upacara Yudisium Periode Oktober 2020, yang dilaksanakan pada 3 November lalu. Upacara dihadiri oleh para peserta secara online, sedangkan para pejabat di lingkungan fakultas menghadiri secara luring di ruang Sidang Dekanat. Para peserta terdiri dari program magister, sarjana, hingga diploma. Pada periode kali ini, lulusan terbaik yang menjadi pembaca prasetya alumni adalah Siti Salamah dari program studi D3 Akuntansi.

Siti Salamah meraih IPK 3,87 dengan jejak prestasi pendukung yang tak kalah cemerlang. Salah satu di antaranya adalah menjadi Mahasiswa Berprestasi 2020 tingkat universitas untuk program Diploma. Selain itu, Siti Salamah juga kerap menjuarai berbagai kompetisi tingkat nasional, serta aktif di kegiatan kemahasiswaan dan kepemudaan di desanya.

Dekan Dr. Siswanto berpesan kepada para alumni untuk tidak berhenti belajar. "Yudisium ini hanyalah awal dari perjalanan Anda. Anda tetaplah bagian dari FE UNY, hanya berganti status menjadi alumni. Oleh karena itu, nama besar FE UNY kini ada di pundak saudara. Jaga nama baik di mana pun Anda berkiprah. Kemarin bahkan diumumkan bahwa lulusan UNY menempati peringkat kelima nasional yang paling banyak diterima sebagai ASN. Ini bukti bahwa lulusan UNY makin dipercaya untuk mengabdi dan memberikan kinerja terbaiknya di berbagai bidang," urainya.

Jumlah 74 orang ini menjadi yang terbanyak dalam pelaksanaan yudisium di FE UNY selama masa pandemi ini. Prosesi selengkapnya bisa dilihat ulang kembali di channel Youtube feunyofficial.

Risa Sudah Bekerja Sebelum Diyudisium

Risa, lulusan program studi (prodi) S1 Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNY menjadi peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada upacara Yudisium periode September 2019, Rabu (25/9) di FE UNY. Pemilik nama lengkap Risa Novita Wati ini memimpin pembacaan Prasetya Alumni berkat IPK-nya sebesar 3,81 pada yudisium yang diikuti 33 peserta ini. Upacara yudisium juga dihadiri pejabat dekanat dan kepala bagian dan subbagian di lingkungan fakultas.

Risa yang sudah sejak Juli lalu bekerja menjadi guru di sebuah sekolah swasta ini memang bercita-cita menjadi guru. "Waktu kecil suka main sekolah-sekolahan, dan di sekolah juga diarahkan memilih prodi ini, jadi saya memilih Prodi Pendidikan Akuntansi di UNY," terangnya.

Putri bungsu dari tiga bersaudara pasangan Sriyono dan Warsini ini memiliki keinginan yang keras untuk kuliah. Meskipun ibunya sempat tidak mendukung rencananya, tapi berkat penjelasannya dan dukungan semangat dari kakaknya, Risa berhasil meyakinkan orang tuanya untuk melanjutkan studi seusai lulus SMK. "Banyak remaja di desa saya langsung bekerja di pabrik atau toko setelah lulus sekolah," kisahnya.

Lulusan SMK N 1 Depok Sleman ini mengaku banyak ilmu yang didapatkan saat kuliah yang dia aplikasikan saat mengajar. "Ilmu tentang cara mengajar yang baik, dan juga tentang akuntansi secara umum. Hanya ada satu mata pelajaran yang perlu belajar lagi karena perubahan kurikulum yang belum tersampaikan saat kuliah," terang penyuka mata kuliah Akuntansi Keuangan ini.

Yudisium ini juga menjadi momen yudisium terakhir bagi Dekan FE Dr Sugiharsono. Sejak Oktober, kursi kepemimpinan tertinggi fakultas diduduki oleh Dr. Siswanto. Para peserta dan panitia berfoto bersama di akhir upacara yudisium.

Nisa: Posisi Duduk Menentukan Prestasi

Anisa Damar Fitriana, yang akrab disapa Nisa, menjadi lulusan terbaik pada upacara Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY periode Agustus 2019. Nisa lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77 dari salah satu program studi (prodi) terfavorit, tidak hanya di FE, tapi juga di UNY, yaitu prodi S1 Akuntansi. Hal ini menjadikan dirinya ditunjuk sebagai pemimpin pembacaan prasetya alumni pada upacara yudisium tersebut.

Lulusan SMA N 1 Wates Kulon Progo ini mengaku, tempat duduk di kelas ternyata berpengaruh baginya. Duduk di belakang kelas, jauh dari pengajar, menyebabkan dirinya kurang fokus terhadap materi kuliah. Dengan duduk dekat pengajar, dirinya merasa lebih mudah konsentrasi dan menyerap materi.

Putri bungsu dari tiga bersaudara buah pasangan Sugiyanto dan Mursinah ini sangat menikmati proses studi di UNY. "Lingkungan pertemanannya enak, dan fasilitas perkuliahannya memadai," terangnya.

Nisa yang juga aktif di kegiatan kepemudaan di kampungnya di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo ini berencana untuk bekerja selepas studi. "Saya ingin mengikuti pelatihan Brevet, dan nanti setelah kerja, mungkin baru memikirkan untuk studi lanjut," ujarnya. Sebagaimana dilaporkan Wakil Dekan Bidang Akademik Prof Sukirno, upacara yudisium periode ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai program studi di FE UNY. (fadhli)

Raih IPK Tertinggi, Dika Ingin Motivasi Adik Kelasnya

Dicha Nur Wendha, lulusan Program Studi (prodi) S1 Manajemen, menjadi peserta Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY periode Juli 2019 dengan IPK tertinggi. Upacara Yudisium Juli ini diikuti 119 peserta, yang menjadi salah satu yudisium dengan peserta terbanyak dalam tahun ini. Bahkan, dalam laporannya mewakili Wakil Dekan Bidang Akademik, Nurhadi MM selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan pada upacara Yudisium Jumat (2/8) lalu menyampaikan, IPK yang diperoleh Dicha adalah yang tertinggi sejak FE berdiri 2011 lalu.

Dika, demikian dia biasa disapa, mengungkapkan perasaannya. Meskipun tidak menyangka dengan perolehan IPK-nya yang mencapai 3,93, Dika memang selama ini selalu menantang diri sendiri. Selain itu, dia juga tidak suka menunda-nunda, baik itu dalam belajar atau pengerjaan tugas.

Putra kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Daru Kiswara dan Mujiatun ini berharap, IPK tinggi itu semata menjadi pemicu motivasi bagi para adik kelasnya untuk berprestasi. "Kalau sudah ada yang bisa mencapai titik ini, berarti yang lain juga pasti bisa," pesannya.

Orang tua Dika yang menjadi salah satu produsen bahan bangunan ini tidak pernah menuntut anak-anaknya untuk kelak berprofesi tertentu. “Orang tua kami demokratis untuk urusan pendidikan. Kakak saya lulusan STAN, sedangkan adik masih SMP. Saya sempat bersekolah di Magelang sampai kelas 2 pindah ke SMA N 1 Pundong Bantul mengikuti orang tua,” kisah Dika yang pernah meraih Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Koperasi tingkat Bantul semasa SMA ini.

Dika lebih memilih Manajemen karena menurutnya ilmu yang dia dapatkan bisa diterapkan di usaha milik orang tuanya. “Selain itu, cakupannya bisa lebih luas daripada ilmu yang lain di FE, dan lebih challenging,” terangnya.  Dalam menjaga nilainya supaya tetap bagus, Dika selalu menetapkan target untuk dirinya sendiri. Dia juga selalu berupaya mengetahui karakter para dosen dari kakak kelasnya. Di FE UNY, Dika berkegiatan di beberapa organisasi, di antaranya Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UNY dan GenBI DIY. (fadhli)

Lulus Dengan IPK Tertinggi, Putri Biayai Sendiri Kuliahnya

Selepas lulus dari SMK N 1 Pengasih Kulon Progo, Putri Agustina Prasekti, akrab dipanggil Putri, berkeras untuk bekerja lebih dulu meski orang tuanya, Parwoto (47) dan Winarni Atik (alm.), kala itu sebenarnya mengizinkannya untuk kuliah. Saat itu, Putri mengaku ingin berkuliah dengan uangnya sendiri. Orang tua akhirnya mengalah dengan keinginan anak sulung dari 3 bersaudara ini. Putri lantas bekerja di sebuah perusahaan penjualan pakan udang di Purworejo.

Setahun bekerja, gadis kelahiran Sleman ini lantas diterima di program studi (prodi) D3 Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UNY. Meskipun di beberapa hal masih dibantu orang tua, Putri benar-benar membiayai sendiri hampir sebagian besar kuliahnya. "Hal itu membuat saya sangat menghargai jerih payah orang tua mencari nafkah, dan membuat saya lebih termotivasi berkuliah," ungkapnya.

Meskipun diterima kuliah, Putri tetap bekerja sampai semester 4. Putri juga tak lupa mengasah keterampilan organisasinya di Himpunan Mahasiswa (Hima) D3 Wates. Peraih nilai UN 10 pada mata pelajaran Matematika di tahun 2015 ini akhirnya dinyatakan lulus dengan raihan IPK 3,82, tertinggi pada Yudisium FE UNY periode Juni 2019 yang diikuti oleh 49 peserta ini.

Anis Raih IPK Tertinggi di Yudisium Mei 2019

Sebanyak 112 orang diluluskan dalam upacara Yudisium Fakultas Ekonomi (FE) UNY periode Mei 2019, Senin (27/5). Tercatat sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi adalah Anis Mahmudah dari Program Studi (prodi) S1 Pendidikan Akuntansi dan Septi Dwi Ulfayani dari S1 Pendidikan Ekonomi dengan raihan 3,82. Namun, karena Anis lebih dahulu menempuh ujian skripsi, Anislah yang ditunjuk menjadi pemandu pembacaan Prasetya Alumni pada pelaksanaan yudisium saat itu.

Anis yang juga alumni SMK N 1 Tempel ini memang sudah menunjukkan prestasinya sejak sekolah dengan kerap menempati rangking tertinggi. Di prodi Pendidikan Akuntansi, Anis aktif menjadi pengurus di beberapa organisasi, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE UNY, komunitas penerima Beasiswa Bank Indonesia Generasi Baru Indonesia (Genbi) UNY, dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘Ulama (IPNU IPPNU) Kecamatan Tempel, Sleman.

Anis juga mengasah keterampilan mengajarnya dengan menjadi pengajar di sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Mantrijeron dan di sebuah lembaga bimbingan belajar. Gadis asli Sleman yang memang bercita-cita jadi guru ini juga belajar mengelola bisnis. Bersama teman kelasnya, dirinya berjualan tas dari sebuah jenama terkenal secara online lewat akun Instagram @aleca_store. Menurut Anis, mahasiswa harus lebih semangat dalam belajar. "Bukan cuma nilai yang dikejar, tapi softskill tak boleh dilupakan," pesannya.

Dalam belajar, Anis selalu membuat ringkasan dari setiap materi kuliah yang dia ikuti. “Saya lebih suka belajar menjelang ujian. Tinggal mengulang dari ringkasan yang saya buat,” ungkap Anis. (fadhli)

Zulfa, Peraih UN Tertinggi SMK se-DIY 2015 Lulus S1 Cumlaude

Zulfa Ainun Naim menjadi satu di antara 47 mahasiswa yang diyudisium pada akhir April lalu. Lulusan SMK N 1 Pengasih ini dinyatakan menjadi lulusan terbaik pada Yudisium Periode April 2019 ini dengan raihan 3.83. Yudisium diadakan setiap bulan dan menjadi penanda seorang mahasiswa lulus secara akademik dan berhak mengikuti upacara wisuda yang ditentukan waktunya kemudian.​​​​​​​ Zulfa lulus dari Program Studi Pendidikan Akuntansi FE UNY dalam kurun kurang dari 4 tahun. Putri tunggal pasangan Parsimin dan Muntamah ini merupakan penerima Bidikmisi yang diterima melalui Seleksi Mandiri jalur Prestasi. Berkat prestasinya saat mengikuti lomba cerdas cermat di tingkat Kabupaten dan Jateng-DIY, Zulfa bisa menikmati pendidikan di bangku kuliah.

Selain itu, dirinya juga mendapatkan nilai UN Tertinggi untuk SMK se-DIY pada 2015 lalu. Untuk mata pelajaran matematika dan kejuruan (Akuntansi) dia mendapakan nilai 100. Sedangkan Bahasa Indonesia 94 dan Bahasa Inggris 92.

Ditanya mengenai cita-cita, Zulfa memang ingin menjadi guru, terutama di bidang Akuntansi. Guna mengejar cita-citanya itu, dirinya pun giat belajar. “Biasanya habis bangun malam, sebelum shubuh saya gunakan untuk belajar,” ujar Zulfa yang pernah menjadi Bendahara di Himpunan Mahasiswa (Hima) Diksi dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) ini.

Dirinya berpesan pada mahasiswa agar tak melupakan organisasi. “Di kampus bukan hanya untuk belajar, tapi carilah pengalaman seluas mungkin. Bukan melulu kemampuan akademik, tetapi justru softskill yang banyak dipakai di dunia kerja, dan itu bisa didapatkan melalui organisasi,” pesannya.

Dekan Sugiharsono dalam sambutannya berharap para lulusan dapat berkontribusi di masyarakat, baik dengan bekerja sesuai bidangnya secara profesional, maupun dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. (fadhli)

Yuliana, Ingin Jadi Guru yang Berbisnis

Yuliana Latifah, atau akrab disapa Yuliana, adalah lulusan terbaik pada Yudisium FE UNY periode Maret, Jumat (29/3) lalu. Yuliana lulus dari prodi Pendidikan Akuntansi S1 dengan IPK 3,80. Direktur Islamic Mini Bank (IMB) FE UNY 2018 ini memang gemar akuntansi, dan bercita-cita jadi guru yang punya bisnis. Keinginan jadi guru bahkan sudah terpatri sejak kecil, dia mengaku. Dulu, sewaktu kecil, dia kerap bermain "guru & murid" dengan adik dan teman-teman adiknya. Selain itu, dia juga suka dengan hitung-hitungan. Bakat hitung-hitungan dan bisnis ini sudah dia asah sewaktu berjualan, salah satunya, nasi megono saat SMA.

Kini, sembari bekerja part-time di sebuah usaha kuliner, Yuliana juga masih berbisnis kerajinan buket. Buat temanmu yang segera ujian atau yudisium, bisa lho, pesan bunga atau kerajinan tangan kreatif ke Yuliana lewat akun bisnisnya di @hadiah_creativejogja .

Jumat pagi di penghujung bulan Maret itu, dua puluh satu orang purna studi di FE UNY. Mereka akan membuka lembar baru di album kehidupan. Kampus telah membekali dengan tinta dan pena. Kini giliran mereka, untuk menggoreskan pena itu, untuk membuat karya emas yang bisa dinikmati manfaatnya oleh masyarakat. (fadhli)

Pages